PERINGATI 10 MUHARRAM BMT ABN SERAHKAN SANTUNAN UNTUK PARA ANAK YATIM PIATU

PERINGATI 10 MUHARRAM BMT ABN SERAHKAN SANTUNAN UNTUK PARA ANAK YATIM PIATU

Tanggal 10 Muharram 1443 Hijriyah di kalangan ummat Islam sering juga disebut sebagai Hari Asyura, diperingati BMT ABN dengan penyerahan santunan kepada 1.250 anak yatim piatu. Santunan ini secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua BMT ABN Supadin, yang diterima oleh 20 orang perwakilan anak yatim piatu.

Bulan Muharam khususnya 10 Muharam merupakan Hari Raya Anak yatim piatu, jadi kita berusaha untuk ikut berbagi kebahagian dengan mereka, Santunan yang diberikan ini merupakan dana yang dikumpulkan dari Anggota dan Masyarakat. Secara simbolis diserahkan di Aula Assyafi’iyah Hotel, sementara sisanya serentak dilakukan di seluruh kantor cabang BMT ABN” ungkapnya seusai penyerahan.

Program santunan anak yatim piatu yang awalnya di targetkan 1.000 anak yatim piatu naum tercapai 1.250 paket santunan anak yatim. “Alhamdulillah amanah dari masyarakat dan anggota melebihi dari target yang ditetapkan“ papar Lailatul Fatimah selaku Kadiv Baitul Maal Assyafi’iyah BN.

Supadin juga mengucapkan terima kasih kepada semua karyawan, Anggota dan Masyarakat yang telah ikut berpartisipasi, Dirinya berharap bahwa bantuan semacam ini tidak hanya dilakukan pada bulan Muharram, tetapi juga bisa dibiasakan pada keseharian. BMT ABN selama ini juga sudah punya berbagai program berbagi untuk para anak yatim. Program berbagi di 10 Muharram ini merupakan kegiatan rutin tahunan BMT ABN yang biasanya dilakukan,

Qurban BMT Assyafiiyah Berkah Nasional (ABN)

Qurban BMT Assyafiiyah Berkah Nasional (ABN)

Sebanyak 8 ekor sapi dan 28 kambing telah di Qurbankan pada hari Raya Idul Adha 1442. Sapi dan kambing tersebut merupakan hasil dari perolehan qurban pengurus, pengawas dan karyawan. itu belum termasuk hasil perolehan qurban dari simpanan Ceria Qurban dari sejumlah    anggota  yang tersebar di 46 kantor cabang.

Penyembelihan yang dilakukan di 36 titik di beberapa wilayah kantor cabang BMT ABN, Seperti pada salah satu titik penyembelihan proses Qurban yang dilakukan di desa Purwokerto Kecamatan kotagajah, secara simbolis penyerahan hewan qurban diserahkan dan disaksikan langsung oleh Sekretaris BMT ABN Sugiyono. mulai dari penyembelihan, pemotongan, pengepakan hingga proses distribusi kepada penerima Qurban. Tepat pukul 11.30 WIB warga berbondong-bondong datang ke lokasi penyembelihan untuk menukarkan kupon yang mereka pegang.

“Kita komitmen untuk terus meningkatkan jumlah hewan qurban yang akan di qurbankan di setiap tahunnya, ini juga sejalan dengan animo anggota dan masyarakat yang mempercayakan hewan qurban kepada kami, baik langsung maupun melalui produk kami simpanan Ceria Qurban” Ungkap Supadin

Nikmal Jalil mengapresiasi kegiatan ini, karena menurutnya Qurban ini melibatkan masyarakat umum sehingga bisa berbagi kebahagiaan dengan mereka. Ia berharap jumlah peserta Qurban bisa meningkat sehingga menambah jumlah penerima Qurban.

Agenda Qurban tahunan ini telah menjadi budaya di lingkungan BMT ABN, sebagai bentuk syukur dan ladang amal bagi seluruh Pengurus, Pengawas, karyawan dan anggota. Seperti yang diungkapkan oleh Bendahara BMT ABN Anik Idawati , ia berharap melalui kegiatan ini mampu memberikan manfaat bagi penerimanya,  jadi bisa sesuai dengan tujuan Qurban” ujarnya mengakhiri.

BMT Assyafiiyah BN Gelar Upgrade dan RCC Sertifikasi Kompetensi

BMT Assyafiiyah BN Gelar Upgrade dan RCC Sertifikasi Kompetensi

Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Assyafiiyah Berkah Nasional (BMT ABN) menyelenggarakan Upgrade dan RCC Sertifikasi Kompetensi (Manajer dan Pimpinan Cabang) untuk meningkatkan kemampuan, kinerja dan memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus BMT ABN Supadin ini di selenggarakan pada tanggal 08 s.d 09 Juli 2021 di Aula Assyafiiyah Hotel Kotagajah Lampung Tengah Lampung.

Kegiatan atas kerjasama antara BMT ABN dengan LSP KJK ini dilaksanakan secara tatap muka tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi teknis di bidang kepemimpinan  bagi Manajer dan Pimpinan Cabang. Kegiatan ini diawali  upgrade dengan pelatihan oleh LDP Sejahtera Mandiri sebagai penyelarasan atas beberapa unit kompetensi yang berubah sesuai dengan amanah UU Nomor 193 Tahun 2017.

Kegiatan yang diikuti oleh 8 Manajer dan 20 Pimpinan cabang ini  selanjutnya dilakukan Uji Kompetensi yang langsung dilakukan oleh LSP KJK. “RCC Sertifikasi Kompetensi seperti ini sudah dilakukan kerjasama cukup lama sejak tahun 2013 antara BMT ABN dan LSP KJK, terimakasih atas kerjasamanya” ucap Sunaryo salah satu Assesor dari LSP KJK.

Pada kesempatan tersebut, Supadin menyampaikan bahwa peningkatan atau upgrade diri sangat lah dibutuhkan untuk menghadapi persaingan dan tentunya untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Dengan uji kompetensi tersebut, kami berharap pimpinan cabang dan manajer dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Untuk meraih sertifikasi itu, peserta mengikuti ujian tertulis dan wawancara, termasuk melakukan demonstrasi (role play).

Pelaksanaan Upgrade dan RCC Sertifikasi Kompetensi ini mendapat respon positif dari peserta. Salah satu Pimpinan Cabang mengatakan pengetahuannya dibidang kepemimpinan bertambah dengan ilmu-ilmu baru yang belum pernah dipelajarinya. “ menurut saya sangat penting acara ini diadakan, menambah dan memperluas wawasan, sehingga menjadi para pimpinan cabang yang berkompeten dan itu diakui dengan adanya sertifikat.

Menkop Dorong Forkom KBI Galang Sinergi Bisnis.

Menkop Dorong Forkom KBI Galang Sinergi Bisnis.

JAKARTA—Koperasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Koperasi Besar Indonesia (KBI) diminta masuk ke dalam sektor-sektor ekonomi yang besar dan strategis, serta mengembangkan mindset enterpreneurshipnya. Bahkan Forkom KBI dapat berperan menggalang sinergi bisnis.

 

Demikian dikatakan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya pada acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Forum Komunikasi (Forkom) Koperasi Besar Indonesia (KBI), di Jakarta, Rabu (9/6/21).

 

Teten mengungkapkan bahwa UU Cipta Kerja memberikan peluang yang besar bagi koperasi untuk masuk ke semua sektor usaha di Indonesia. “Oleh karena itu, kita harus mampu menjaga reputasi koperasi,” tegas Teten,

 

Untuk itu, lanjut Teten, pihaknya membangun ekosistem koperasi yang efektif dan efisien, agar koperasi bisa tumbuh besar.

 

Menkop UKM meyakini koperasi pun mampu masuk ke sektor-sektor besar seperti pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.

 

“Dalam banyak kesempatan bincang dengan menteri-menteri lain, saya selalu menyebutkan bahwa koperasi juga mampu masuk ke bisnis-bisnis besar,” ungkap Teten.

 

Intinya, menurut Teten, banyak sekali peluang usaha yang bisa diambil koperasi. “Kita banyak memiliki keunggulan domestik yang bisa dibangun melalui koperasi. Misalnya, sektor perikanan dan kelautan,” kata Teten.

 

Oleh karena itu, Teten meminta seluruh koperasi di Indonesia jangan apriori terhadap daya saing dan skala ekonomi. “Agar eksistensi koperasi tidak kalah dengan korporasi. Ayo, kita berkolaborasi,” tandas Teten.

 

Teten meminta koperasi besar mampu meyakinkan masyarakat bahwa koperasi merupakan pilihan rasional untuk membangun dan menciptakan kesejahteraan.

 

“Bahkan pengurus koperasi jangan berpolitik. Fokus saja membangun ekonomi rakyat,” tukas MenkopUKM.

 

Teten mengakui masih ada beberapa kalangan di masyarakat yang kehilangan harapan terhadap koperasi. Diakui juga, koperasi saat ini memiliki stigma negatif dari masyarakat. Maka dari itu, pemberdayaan koperasi moderen harus digalakkan.

 

“Koperasi kurang bagus namanya memang. Ketika saya kunjungan ke Bogor, saya mau konsolidasi petani tanaman hias berbasis ekspor. Saya suruh mereka masuk koperasi. Semuanya tidak mau karena mereka punya stigma negatif. Ini yang harus kita ubah. Saya bilang, yang jelek itu masa lalu, sekarang kita bangun koperasi moderen,” jelas Teten.

 

 


Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengajak koperasi besar yang didominasi sektor simpan pinjam (KSP) bisa bertransformasi ke sektor riil.

 

“Kita sedang fokus menggulirkan program Korporatisasi Petani, dimana mengkonsolidasi para petani berlahan sempit ke dalam wadah koperasi. Tujuannya, agar bisnis mereka bisa masuk skala ekonomi,” jelas Zabadi.

 

Bagi Zabadi, program Korporatisasi Petani bisa dijadikan sebagai peluang bagi KSP untuk mulai masuk ke sektor riil.

 

“Sudah banyak contoh KSP yang juga membangun koperasi lain di sektor seperti jasa, konsumen, distribusi, dan sebagainya. Contoh, Kopdit Keling Kumang,” imbuh Zabadi.

 

Zabadi mengilustrasikan Kospin Jasa mendirikan Koperasi Pertanian Kospin Jasa, dengan mengembangkan usaha anggotanya yang berprofesi sebagai petani.

 

“Atau, bila banyak anggotanya yang berprofesi sebagai nelayan, bisa membangun koperasi perikanan atau koperasi nelayan,” kata Zabadi.

 

Lebih dari itu, Zabadi juga berharap koperasi-koperasi kecil yang sulit masuk ke skala ekonomi, untuk melakukan merger. “Saya akui sulit, namun harus sudah dimulai langkah merger tersebut, agar koperasi bisa berkembang masuk ke skala ekonomi dan rantai pasok industri,” ujar Zabadi.

 

Rekomendasi Forkom KBI

 

Sementara itu, Koordinator Forkom KBI Irsyad Muchtar memberikan beberapa rekomendasi kepada MenkopUKM. Pertama, agar MenkopUKM secepatnya melakukan pembahasan dan kajian ulang terhadap rancangan UU Koperasi yang baru.

 

“Karena, baik secara prinsip maupun turunan peraturan yang berlaku, seperti misalnya PP Nomor 9 Tahun 1995 tentang KSP, sudah tertinggal oleh perkembangan terkini,” kata Irsyad.

 

Kedua, khusus KSP, hingga kini masih berharap agar pemerintah menginisiasi lahirnya Apex Permodalan Koperasi seperti halnya di dunia perbankan.

 

“Bahwa keberadaan LPDB selama ini diakui sudah mampu memberikan pencerahan permodalan, namun kapasitas BLU ini dibanding jumlah koperasi yang harus dilayani se Indonesia masih sangat terbatas,” papar Irsyad.

 

Rekomendasi ketiga, lanjut Irsyad, afirmasi yang sangat gencar dari Kementerian Koperasi UKM agar KSP melakukan pengembangan usaha (spin-off) sangat mencerahkan bagi usaha perkoperasian agar dapat berperan lebih luas dalam perekonomian masyarakat.

 

“Namun, afirmasi ini seyogyanya dapat dituangkan dalam sebuah regulasi, sehingga KSP percaya diri untuk melakukan spin-off,” pungkas Irsyad (van).

 

Sumber : http://majalahpeluang.com/menkop-dorong-forkom-kbi-galang-sinergi-bisnis/